


Pernyataan Sehubungan dengan Peledakan Bom di Kantor Berita Radio 68H Pada 15 Maret 2011
15 March 2011
“Teror dan Kegagalan SBY Melindungi Pancasila”
Pernyataan Sehubungan dengan Peledakan Bom di Kantor Berita Radio 68H Pada 15 Maret 2011
Peledakan bom di kantor berita radio 68H, Jalan Utan Kayu, yang ditujukan kepada aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdalla, merupakan gambaran telanjang betapa ancaman terhadap warganegara telah berada di titik yang sangat membahayakan. Setelah serangkaian tindakan kekerasan terhadap kelompok Ahmadiyah, Temanggung dan GKI Yasmin, kekerasan akhirnya mengarah kepada individu maupun kelompok-kelompok yang membela kebhinnekaan dan pluralisme.
Rangkaian kekerasan dan pembiaran negara terhadap pelaku menunjukkan bahwa pelaku kekerasan dan intoleransi makin merasa mendapatkan tempat dan dukungan. Dengan itu, kami berpandangan bahwa rangkaian kekerasan dan makin leluasanya ruang gerak pelaku kekerasan tersebut adalah akibat dari kelemahan dan ketidakmampuan negara, dalam hal ini kepemimpinan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam menegakkan prinsip-prinsip negara Pancasila dan konstitusionalisme.
Konstitusi kita menekankan pentingnya melindungi nilai-nilai demokrasi dan kemajemukan termasuk di dalamnya prinsip hak asasi manusia, dan penghormatan setinggi-tingginya kepada warganegara. Pembiaran terhadap merajalelanya kekerasan dan teror akan menghancurkan kebebasan sipil, keadilan. Semua ini akan berujung pada hancurnya pendirian republik kita.
Dengan latar belakang di atas maka kami yang bertandatangan di bawah ini menyatakan sikap sebagai berikut:
Pertama, kami mengutuk dengan keras bentuk-bentuk teror dan kekerasan yang dilakukan terhadap warganegara manapun, sebagaimana terjadi di kantor KBR 68H.
Kedua, kami menuntut pemerintah dalam hal ini Presiden Republik Indonesia untuk bertindak tegas mengusut dan menghukum pelaku.
Ketiga, kami juga mendesak Presiden SBY secara khusus untuk menggunakan hak moralnya sebagai warga negara yang terikat pada konstitusi untuk mengambil sikap yang tegas terhadap kelompok-kelompok kekerasan dan intoleran, sekaligus menyatakan sikap yang jelas dan tegas dalam membela Pancasila dan Konstitusi.
Jakarta, 16 Maret 2011
Tertanda
Daniel Hutagalung (P2D) - Susy Rizky (SMI-Keadilan) - Donny Ardyanto (SMI-Keadilan) - Harlans Muharaman Fachra (GERAK Indonesia) - Hendrik Boli Tobi - Agus Mediarta - Chris Panggabean - Bagus Takwin - Iwa Abdul Rojak - Rocky Gerung - Rizki Setiawan - Isfahani Ivan - Robertus Robet |