Konstelasi

Edisi ke-7 Januari 2008

Dugaan Kejahatan Asian Agri

Kasus dugaan penggelapan pajak dan pencucian uang PT Asian Agri Group menghebohkan negeri ini. Sekiranya dugaan ini terbukti secara hukum, maka inilah kasus penggelapan pajak terbesar dalam sejarah republik. Bisa jadi banyak kasus serupa yang nilai kerugiannya lebih besar, namun kasus inilah yang sampai ke meja hijau.

Penyelesaian Kasus Asian Agri: Di Dalam atau Luar Pegadilan?

PT Asian Agri Group (AAG) diduga telah melakukan penggelapan pajak (tax evasion) selama beberapa tahun terakhir sehingga menimbulkan kerugian negara senilai trilyunan rupiah. Belum lagi kelar penyidikan, berkembang wacana mengenai penyelesaian kasus itu di luar pengadilan (out of court settlement). Hal ini sangat menggelisahkan kalangan yang menginginkan tegaknya hukum dan terwujudnya keadilan, tanpa pandang bulu. Sangat ironis jika para penjahat kelas teri ditangkapi, ditembaki, disidangkan, dan dimasukkan bui, sementara itu penjahat kerah putih (white collar criminal) yang mengakibatkan kerugian besar pada negara justru dibiarkan melenggang karena kekuatan kapital nya.

Membungkam Vincent?

Tak lama setelah membeberkan permasalahan keuangan PT Asian Agri Group (AAG), Vincent menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya. Awalnya, niat Vincent adalah meminta perlindungan. Tapi, berhubung sempat ngemplang uang PT AAG, Vincent ditahan dan diproses secara hukum.

Dugaan Kasus Penggelapan Pajak PT Asian Agri Group (AAG): Cermin Rendahnya Perlindungan Saksi di Indonesia

PT Asian Agri Group (AAG) adalah salah satu induk usaha terbesar kedua di Grup Raja Garuda Mas, perusahaan milik Sukanto Tanoto. Menurut majalah Forbes, pada tahun 2006 Tanoto adalah keluarga paling kaya di Indonesia, dengan kekayaan mencapai US$ 2,8 miliar (sekitar Rp 25,5 triliun). Selain PT AAG, terdapat perusahaan lain yang berada di bawah naungan Grup Raja Garuda Mas, di antaranya: Asia Pacific Resources International Holdings Limited (APRIL), Indorayon, PEC-Tech, Sateri International, dan Pacific Oil & Gas.

Etika Riset

Apakah motif sebuah institut menerima riset pesanan yang khusus diarahkan untuk membenarkan sebuah persekongkolan bisnis? Tentu, imbalan materi adalah godaan primer. Dan mungkin soal itu tidak menjadi problem etis bagi lembaga-lembaga riset swasta. Tetapi bila kasus semacam itu terjadi dalam lingkungan universitas, maka soalnya menjadi sangat serius. Mengapa?

Dewan Pers “Lepas Tangan” ? Membaca Sikap Dewan Pers Dalam Kasus Metta vs Asian Agri Group

“Perseteruan” Asian Agri Group (AAG) dan wartawan Tempo, Metta Dharmasaputra, telah memaksa Dewan Pers untuk mengeluarkan pernyataan. Hal ini terjadi karena kedua belah pihak mengadukan perselisihannya kepada Dewan Pers. Pernyataan Dewan Pers akhirnya dikeluarkan pada tanggal 5 November 2007. Pada pernyataannya tersebut, tercatat 4 (empat) persoalan yang diadukan oleh pihak yang bersengketa, yaitu: