Konstelasi

Edisi ke-11 Maret 2008

Etika Keutamaan Dalam Pelayanan Publik

Setiap tindakan selalu berorientasi pada dua kemungkinan, yakni apakah kepada internal goods ataukah kepada external goods. Menurut filsuf Alasdair MacIntyre internal goods adalah keutamaan yang hanya bisa dicapai melalui tindakan keterlibatan dalam merealisasikan tujuan esensial dari tindakan itu sendiri. Sementara external goods adalah tindakan untuk merealisasikan tujuan tertentu tetapi tujuan sebagaimana dimaksud masih bisa dicapai melalui tindakan yang lain. Permainan catur bisa dijadikan contoh. Sebagai tindakan, bermain catur disebut sebagai internal good apabila dilakukan dalam tujuan memahami dan mendalami seluk beluk seni dalam catur. Sementara external goods, adalah tindakan yang dilakukan untuk tujuan di luar itu misalnya bertaruh, yang mana tujuan tersebut bisa juga dicapai tanpa bermain catur .

Etika Pelayanan Publik di Indonesia

Menurut Rajiv Prabakhar (2006), saat ini pelayanan publik mendapat tantangan yang sangat berarti, terutama akibat dari globalisasi. Debat yang muncul dalam perdebatan itu melingkupi relasi negara dengan pasar, negara dengan warga, dan warga dengan pasar. Kalau pada masa sebelumnya, negara begitu dominan sebagai pihak yan berwenang untuk memberikan pelayanan publik maka saat ini para penentangnya menganggap peran negara sudah tidak sesuai dengan logika dan nilai dari globalisasi.

Bencana Pelayanan Publik: Refleksi atas Pelayanan Publik dalam situasi bencana

Banjir tanpa henti Tiap tahun kita selalu kedatangan tamu yang tak kita inginkan. Kita tahu dengan pasti kapan dia akan datang. Kita mau menolaknya dengan memasang seluruh pengamanan, tetapi tetap saja tamu itu datang dan mengganggu ketenangan kita. Ilustrasi diatas merupakan cerminan dari bencana banjir di Indonesia yang hampir selalu datang pada musim hujan.

Pelayanan Publik dan Pengadaan Pangan

Harga berbagai jenis kebutuhan pokok di sejumlah daerah terus naik. Harga minyak goreng curah di tingkat pengecer di Yogyakarta misalnya, menembus nilai tertinggi, Rp 13.000 per liter. Di Magelang, Jawa Tengah, satu kilogram telur yang sebelumnya Rp 9.000 saat ini Rp 9.500-10.000. (Kompas, 1 Maret 2008)

Dari Peternakan ke Meja Makan

Judul di atas adalah penggalan dari kaidah yang harus dipahami benar oleh para ilmuwan Kedokteran Hewan. Lengkapnya dalam bahasa Inggris berbunyi: ”safe from farm up to table” (aman dari peternakan hingga tersaji ke meja makan). Artinya, mereka mengemban tanggung jawab ilmiah agar hasil peternakan aman dikonsumsi masyarakat. Pertanggungjawaban itu diwujudkan dalam bentuk penelitian untuk mencaritahu kemungkinan masuknya sejenis mikroba yang disebabkan oleh terjadinya pencemaran dalam proses pengolahan atau memang berupa residu yang berasal dari hewan asal.

Krisis Energi dan Privatisasi Public Goods

Kenaikan harga BBM, serta fenomena antrian panjang untuk membeli minyak tanah dan premium, di tambah lagi dengan adanya kebijakan pemadaman listrik di sebagian wilayah Indonesia, merupakan peringatan bagi kita untuk bersiap-siap menghadapi krisis energi. Krisis energi ini terjadi akibat ketidakmampuan negara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap energi.

Sengkarut Kasus Lumpur Lapindo

Sejak tanggal 27 Mei 2006, Kecamatan Porong dan sekitarnya tenggelam oleh lumpur panas yang menyembur dari sumur pengeboran minyak milik PT Lapindo. Ratusan rumah tergenang, fasilitas publik – sekolah, rumah sakit, kantor pemerintahan, jalan raya, saluran air, rel kereta api – mengalami kerusakan, pabrik-pabrik yang mengerjakan ribuan buruh terhenti aktivitas produksinya, berhektar-hektar sawah terendam, sejumlah ternak mati, dan sekitar 25.000 jiwa mengungsi. Semburan lumpur panas telah menimbulkan kerugian yang sangat besar. Hingga hari ini, lumpur panas masih terus menggenang.