Ilmu ekonomi sudah lama meninggalkan filsafat penemunya, Adam Smith. Tegas memang dalam ajaran Smith, The Wealth of Nations, bahwa “kemakmuran” adalah hasil pengejaran kepentingan-diri (self-interest) setiap orang. Tetapi yang tersisa kini dalam ilmu itu, tinggal unsur “pengejaran kepentingan-diri”. Unsur “kemakmuran” (the wealth of nations) bukan lagi tujuan dari ilmu ekonomi. Hari-hari ini, ilmu ekonomi semakin menghindar dari asal-usul politiknya (yang sejak Aristoteles dimaksudkan sebagai ilmu untuk melayani polis), dan menyibukkan diri sepenuhnya dalam laboratorium komputasi.
Krisis keuangan global yang dipicu oleh kebangkrutan perusahan-perusahaan keuangan raksasa AS seperti Merrill Lynch dan Lehman Brothers mendorong juga terjadinya krisis ekonomi, terutama di Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara Eropa. Dampaknya sedikit banyak ikut mempengaruhi bisnis dan perekonomian di Indonesia berupa anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan juga terus melemahnya nila tukar Rupiah terhadap US Dollar. BEI sendiri sempat ditutup beberapa hari untuk menghindari semakin tajamnya penurunan IHSG.
Merujuk pada ramalan Karl Marx, krisis ekonomi dapat dipahami sebagai kuburan kaum borjuis yang mereka gali sendiri. Tapi, ada juga yang mengatakan bahwa krisis ekonomi justru sebuah periode inkubasi kapital. Riset data historis ekonomi yang dilakukan Nikolai Kondratieff menunjukkan bahwa krisis kapital biasa terjadi secara berulang pada suatu kurun waktu tertentu. Kurva Kondratieff memperlihatkan bahwa akumulasi kapitalisme mengalami periode boom-ekspansi dan periode stagnasi-kontraksi. Akumulasi kapital itu sendiri bergantung pada situasi sosial politik internal mau eksternal.
Dalam sebuah artikelnya di New Left Review (No.53/ 2008), Robert Wade melihat bahwa negara-negara non-komunis telah mengalami dua perubahan yang cukup substansial dalam hal aturan-aturan dan norma-norma ekonomi internasional, yang biasa disebut “perubahan rezim”. Kedua rezim ini terpisah dalam rentang waktu 30 tahun.
Kambing hitam itu bernama ketamakan. Kambing hitam yang bertanggung jawab atas keguguran lembaga penyedia jasa keuangan raksasa yang nama-namanya terkenal sangat sakti di dunia pasar modal. Berbagai lembaga keuangan tersebut sangat dikenal, bahkan bagi banyak orang yang awam tentang dunia pasar modal.